Deskripsi Kegiatan
Bandung (09/09) - Majelis Taklim Abu Seno kembali hadir pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Gedung Al Furqon. Kajian yang diikuti oleh para peserta kajian ini mengangkat tema “Cara Rasulullah Menegur Kesalahan Anak Tanpa Melukai Hatinya” sebagai bagian dari kegiatan kajian Islami yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu untuk orang tua.
Tema tersebut mengajak orang tua untuk melihat kembali cara mendidik anak ketika melakukan kesalahan. Menegur bukan sekadar menunjukkan bahwa anak melakukan sesuatu yang keliru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membimbingnya memahami kesalahan dan belajar memperbaikinya. Cara Rasulullah ﷺ dalam mendidik menjadi teladan agar proses mendampingi anak tetap berlandaskan kasih sayang dan adab.
Melalui kajian ini, peserta diajak memahami pendekatan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi kesalahan anak dengan cara yang bijaksana dan tidak merendahkan. Pembahasan menjadi ruang refleksi bagi orang tua untuk mengevaluasi cara berkomunikasi dengan Ananda, sehingga teguran dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membangun, bukan justru meninggalkan luka di hati anak.
Melalui Majelis Taklim Abu Seno, diharapkan para orang tua semakin memiliki bekal dalam mendampingi tumbuh kembang Ananda dengan nilai-nilai Islam. Sebab mendidik anak bukan hanya tentang mengajarkan mana yang benar dan salah, tetapi juga tentang menghadirkan adab, kasih sayang, dan keteladanan dalam setiap prosesnya.
Tema tersebut mengajak orang tua untuk melihat kembali cara mendidik anak ketika melakukan kesalahan. Menegur bukan sekadar menunjukkan bahwa anak melakukan sesuatu yang keliru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membimbingnya memahami kesalahan dan belajar memperbaikinya. Cara Rasulullah ﷺ dalam mendidik menjadi teladan agar proses mendampingi anak tetap berlandaskan kasih sayang dan adab.
Melalui kajian ini, peserta diajak memahami pendekatan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi kesalahan anak dengan cara yang bijaksana dan tidak merendahkan. Pembahasan menjadi ruang refleksi bagi orang tua untuk mengevaluasi cara berkomunikasi dengan Ananda, sehingga teguran dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membangun, bukan justru meninggalkan luka di hati anak.
Melalui Majelis Taklim Abu Seno, diharapkan para orang tua semakin memiliki bekal dalam mendampingi tumbuh kembang Ananda dengan nilai-nilai Islam. Sebab mendidik anak bukan hanya tentang mengajarkan mana yang benar dan salah, tetapi juga tentang menghadirkan adab, kasih sayang, dan keteladanan dalam setiap prosesnya.